Sosialisasi Keamanan Informasi Paradigma Siber dan Kesadaran Keamanan Informasi

Masih dalam semangat hari kemerdekaan di bulan Agustus, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung menyelenggarakan Sosialisasi Keamanan Informasi, bagi pengelola Informasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Semangat kegiatan ini adalah untuk menjaga kedaulatan informasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sosialisasi keamanan informasi dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Agustus 2018 bertempat di Ruang Rapat Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung. Bupati Klungkung Bapak I Nyoman Suwirta hadir sekaligus memberikan sambutan, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung Bapak Drs. I Wayan Parna selaku penyelenggara acara.  Peserta pada sosialisasi ini adalah Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Kabupaten Klungkung. Sedangkan narasumber adalah Bapak Ariful Mustaqim, S.ST.,MP. pengelola data keamanan siber dan sandi dan Bapak Welly Puji Ginanjar, S.ST., S.Sos selaku Sandiman Muda Badan Siber dan Sandi Negara.

Paradigma Siber dan Kesadaran Keamanan Informasi dipilih sebagai tema acara sosialisasi keamanan informasi kali ini. Hal ini merupakan respon terhadap perkembangan teknologi informasi yang berbanding lurus dengan peningkatan kerawanan terhadap informasi itu sendiri. Dimana negara hadir untuk mengamankan informasi tersebut sebagai pertahanan terhadap kedaulatan bangsa. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung Bapak Drs. I Wayan Parna dalam laporannya menyampaikan, bahwasanyatujuan dari kegiatan sosialisasi kesadaran keamanan informasi adalah untuk menyadarkan pengelola informasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung agar melindungi aset informasi Pemerintah Kabupaten Klungkung dari berbagai bentuk ancaman baik dari dalam maupun luar pemerintahan, yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Pengamanan ini diberikan untuk menjamin kerahasiaan (confidentiality), keutuhan (integrity), dan ketersediaan (availability) aset informasi agar selalu terjaga dan terpelihara dengan baik. Sementara itu dalam sambutannya Bupati Klungkung, Bapak I Nyoman Suwirta mengharapkan kegiatan ini mampu memberikan dampak yang signifikan untuk kemajuan dan kesajahteraan masyarakat. Sehingga setelah kegiatan sosialisasi ini ada tindak lanjut yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Selama kegiatan berlangsung nampak Bapak Bupati Klungkung sangat antusias mengikuti paparan yang disampaikan oleh narasumber, bahkan beliau pindah duduk ke kursi peserta sosialisasi.

Narasumber yang berasal dari Direktorat Proteksi Pemerintah, Deputi Proteksi Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia, selaku pembina teknis Persandian di Republik Indonesia. Memaparkan bahwasanya terdapat empat jenis kerawanan informasi yaitu Interupsi, Intersepsi, Modifikasi, dan Fabrikasi. Sumber kerawanan tersebut adalah infrastrktur yaitu berupa aplikasi dan jaringan, proses dan manusia yaitu security awarness. Lebih lanjut dijelaskan bahwasanya pemanfaatan teknologi informasi sudah hampir menyentuh semua aspek kehidupan manusia, transaksi keuangan, perkantoran, pendidikan, aktivitas sosial dan sebagainya sudah menggunakan IT, sehingga komoditas berharga tidak lagi berbentuk fisik, melainkan hanya berupa informasi elektronik. Contohnya adalah sejumlah uang hanya didefinisikan oleh beberapa digit angka di dalam rekening, maka yang dirampok adalah isi rekeningnya, bukan lagi dompet atau tas.

Selain kerawanan dari modus elektronik Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah juga diingatkan dengan kegiatan penginderaan yang dilakukan secara manual dengan memanfaatkan peralatan kantor seperti pewangi ruangan yang dipasangi kamera. Narasumber menyarankan untuk berhati-hati menerima souvenir dan selalu memeriksanya sebelum digunakan. Begitu juga dengan penggunaan password diharapkan agar tidak sama dengan username. (Kominfo Klungkung)

Tinggalkan komentar