Klungkung Layangan Festival 2019

Setelah Nusa Penida Festival, Klungkung telah siap mengadakan Klungkung Layangan Festival yang akan diadakan pada 26 dan 27 Oktober 2019 bertempat di Pantai Sidayu Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali. Langit Pantai Sidayu, Klungkung akan dihiasi liuk eloknya layang-layang tradisional Bali. Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan di Klungkung.

Kompetisi layang-layang ini dibagi menjadi 4 (empat) kategori yaitu plastik, remaja, dewasa, dan big size. kategori itu meliputi layang-layang dengan jenis bebean, pecukan, janggan butut (kuwir), serta janggan deber. Kecuali untuk kriteria dewasa, hanya melombakan jenis layangan bebean. Sedangkan untuk ukurannya, kriteria plastik dengan ukuran 1 – 2,5 meter, remaja dengan ukuran 2 – 3,5 meter, dewasa dengan ukuran 4 meter – open, serta big size dengan ukuran 5,5 meter – open. Seluruh kategori dicari 8 (delapan) juara yang akan memperebutkan hadiah uang, piala dan piagam.

Untuk pendaftaran dapat menghubungi kontak 087862019757. Biaya pendaftaran yaitu untuk kategori plastik Rp 50.000, remaja sebesar Rp. 80.000, dewasa sebesar Rp. 120.000, dan big size Rp. 150.000.

Budaya, tradisi maupun kepercayaan tentang konsep Rare Angon, sangat melekat pada masyarakat Bali yang diterjemahkan dalam “melayangan” atau bermain layang-layang. Sampai saat ini “melayangan” itu masih dilaksanakan oleh masyarakat Bali baik anak-anak maupun orang dewasa. Bahkan, “melayangan” tersebut tidak hanya orang perorang, tetapi berkembang menjadi kelompok atau “sekaa” yang terorganisir sampai dengan adanya kompetisi layang-layang. Dalam perkembangannya “melayangan” dikemas dalam bentuk festival sebagai daya tarik wisata.

Layangan tradisional di Bali dibagi menjadi tiga jenis yaitu bebean, pecukan, dan janggan. Sesuai dengan arti katanya, be berarti ikan, jenis layangan bebean berbentuk seekor ikan. Layangan jenis ini bagaikan ikan yang berenang dan menari serta mengeluarkan suara gaungan yang indah.

Layangan pecukan/pecuk memiliki bentuk yang lebih sederhana. Bentuknya yang menekuk membuatnya terbang dengan lincah dan seperti menyambar-nyambar. Sedangkan layangan janggan berbentuk seperti naga yang memiliki ekor sangat panjang. Layangan ini dapat memiliki ekor puluhan bahkan ratusan meter dengan warna tradisional merah, putih dan hitam.

Tinggalkan komentar