“Nyepi Segara”, Tida Boleh Ada Aktivitas di Laut

Hari Suci Nyepi yang hanya ada di Pulau Bali sudah terkenal diseluruh dunia. Konsep “Nyepi” menjadi hal unik karena khusus di Bali, setiap orang tidak boleh beraktivitas di luar rumah/tempat tinggal atau tidak boleh bepergian. Selain itu tidak boleh bersenang-senang, tidak boleh menyalakan api/lampu. Aktivitas difokuskan dirumah dengan evaluasi/instrospeksi diri yang sekaligus menjadi waktu bagi alam untuk beristirahat selama 24 jam dari hiruk pikuk aktivitas manusia.

Hari Suci Nyepi sebenarnya adalah Tahun Baru bagi umat Hindu berdasarkan kalender Isaka. Sebuah konsep yang kontradiktif, dimana secara umum Tahun Baru dirayakan dengan bersenang-senang, tetapi sebaliknya Nyepi “dirayakan” dengan keheningan manusia dan alam. Sebuah jeda bernafas bagi alam Bali.

Di Nusa Penida, Klungkung, Bali, Nyepi tidak hanya dilaksanakan di daratan. Nyepi juga dilaksanakan di laut yang lebih dikenal dengan Nyepi Segara. Sebuah kearifan lokal masyarakat kepulauan Nusa Penida. Nyepi Segara dilaksanakan setahun sekali berkaitan dengan pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Penataran Ped.

Nyepi Segara dilaksanakan dalam rangkaian upacara keagamaan yaitu Upacara Ngusaba Penyegjeg Jagat Nusa Penida ring Kahyangan Jagat Pura Penataran Ped. Dengan dilaksanakannya upacara ini, maka diwajibkan kepada seluruh masyarakat Nusa Penida maupun masyarakat umum lainnya agar menghentikan segala bentuk aktivitas di wilayah laut sekitar Nusa Penida termasuk sekitar Pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan pada Senin 14 Oktober 2019 pk. 06.00 wita sampai dengan Selasa 15 Oktober 2019 pk. 06.00 wita. Seluruh pelabuhan di wilayah kepulauan Nusa Penida akan ditutup.

Nyepi Segara ini hanya untuk aktivitas di wilayah laut, seperti menyelam/diving, snorkeling ataupun kegiatan penyeberangan dengan speed boat/kapal cepat, termasuk kegiatan penduduk lokal dalam mengelola rumput laut. Sedangkan aktivitas di daratan masih diperbolehkan. Wisatawan masih bisa berkeliling menikmati alam Nusa Penida disertai dengan tenangnya lautan tanpa adanya kapal/boat.

Penyepian Segara ini yang merupakan bagian dari rangkaian Upacara Ngusaba Penyegjeg Jagat Nusa Penida ring Kahyangan Jagat Pura Penataran Ped ini, beriringan dengan rangkaian lainnya yang puncak upacaranya jatuh pada Purnama Kapat, 13 Oktober 2019. Sebelumnya, rangkaian upacara telah dimulai pada Sabtu 14 September 2019 dan berakhir pada tanggal 16 Oktober 2019. (kaw)

 

Tinggalkan komentar