Klungkung menjadi Pengembangan Pusat Kebudayaan Bali

Kerajaan Klungkung mempunyai pengaruh terhadap kerajaan-kerajaan lain di Bali, bahkan saat Pemerintahan Dalem Waturenggong, wilayah kerajaan diperluas sampai Pasuruan dan Balmbangan di Jawa, serta Lombok dan Sumbawa.

Klungkung yang pernah menjadi pusat Kerajaan di Bali, saat ini akan bangkit dengan adanya pengembangan Pusat Kebudayaan Bali yang merupakan bagian dari Kawasan Pembangunan Terpadu Daerah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan membangun kawasan Pusat Kebudayaan Bali itu sekaligus dengan pembangunan prasarana pengendali banjir Tukad Unda dan Waduk Muara Unda di Kabupaten Klungkung.Hal itu diakomodir dalam revisi Perda Provinsi Bali Nomor 16 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali Tahin 2009-2029 dan sebagai Kawasan Strategis Provinsi (KSP).

Rencana itu diungkapkan Gubernur Bali, I Wayan Koster dalam acara Konsultasi Publik dengan masyarakat terkait Rencana Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali, Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir Tukad Unda dan Waduk Muara Unda di Wantilan Pura Watu Klotok, Kabupaten Klungkung, pada Senin (27/1).yang juga dihadiri oleh BUpati Klungkung, I Nyoman Suwirta.

Menurut Gubernur Bali, budaya memiliki nilai yang sangat strategis bagi Bali.Tidak ada sumber daya alam yang dapat dieksplorasi di Bali, tetapi Bali kaya akan Budaya unik yang menjadi keunggulan di dunia.Sehingga budaya tersebut harus dijaga dan dilestarikan, serta digali potensinya. Bagi Bali, budaya itu sendiri adalah kekuatan.

Dalam upaya mendukung pengembangan potensi serta melestarikan budaya Bali, dibutuhkan ruang atau fasilitas yang lebih memadai serta kualitas yang lebih baik. Apalagi budaya Bali harus mampu mengimbangi perkembangan yang sangat dinamis. Kondisi saat ini, Taman Budaya Bali atau Art Center dinilai tidak memadai lagi dari kebutuhan baik dari kapasitas panggung, teknologi, akses jalan, serta lahan parkir. Sehingga pengembangan Pusat Kebudayaan Bali dibangun untuk memenuhi perkembangan budaya yang dinamis yang dapat menjadi pendorong pembangunan ekonomi.

Senada dengan Gubernur Bali, Bupati Klungkung menyambut baik dan mendukung rencana Pemerintah Provinsi Bali itu menjadi salah satu program utama Pemerintah Kabupaten Klungkung.Selain sebagai pelestarian budaya Bali, pusat kebudayaan Bali ini dapat berdampak positif terhadap masyarakat luas salah satunya peningkatan perekonomian masyarakat.Pemerintah Kabupaten Klungkung mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan rencana ini.

Sebelumnya, pada 15/01/2020, Pemerintah Provinsi Bali melalu Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Bali telah mengadakan pertemuan dengan masyarakat Desa Tangkas.Lahan tersebut yang merupakan bekas galian C, menurut masyarkat, tidak produktif lagi. Masyarakat Desa Tangkas siap mendukung pembebasan lahan terkait pengembangan Pusat Kebudayaan Bali.

Dalam Pemberitahuan Pemerintah Provinsi Bali Nomor: 590/584/Pem/B.Pem.Kesra, tanggal 8 Januari 2020 tentang Rencana Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir Tukad Unda dan Waduk Muara Unda di Kabupaten Klungkung, pengembangan ini meliputi tahapan pendataan awal, konsultasi publik, dan penetapan lokasi. Lokasi yang terdampak kegiatan Pusat Kebudayaan Bali tidak hanya Desa Tangkas, tetapi termasuk Desa Jumpai Kecamatan Klungkung, Desa Sampalan Klod dan Desa Gunaksa Kecamatan Dawan. Perkiraan luas lahan yang dibutukan ± 112,06 Ha.

Perkiraan jangka waktu pelaksanaan pembangunan dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2022. Untuk bangunan, direncanakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja NEgara (APBN). sedangkan untuk pembebasan lahan, akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali.

Rencananya, Pusat Kebudayaan Bali juga dilengkapi dengan Museum Tari, Musik dan Tekstil serta kawasan industri kecil menengah, yang akan mengoptimalkan para perajin dan tenaga kerja dari wilayah Kabupaten Klungkung.(kaw)

Tinggalkan komentar