Awas Bahaya Berkumpul, Risiko Penyebaran COVID-19

Sejak pukul 05.00 wita, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Klungkung, I Putu Suartha, memimpin penyampaian imbauan kepada pedagang dan pembeli di sekitar Pasar Umum Kusamba. Pemerintah Kabupaten Klungkung serius mengambil langkah penanggulangan penyebaran pandemi ini. Termasuk untuk antisipasi dampak negatif yang mungkin timbul.

Berdasarkan laporan, situasi pedagang dan pembeli di Pasar Umum Kusamba belum sepenuhnya mengikuti jam operasional. Dalam upaya mengatasi permasalahan itu, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Klungkung bersama Dinas Kominfo Kabupaten Klungkung, melalui mobil informasi keliling tidak henti-hentinya mengimbau terkait penanggulangan penyebaran covid-19.

Pada pk 05.00 wita, pedagang dan pembeli sudah ramai disekitar Pasar Kusamba termasuk pedagang bermobil. Padahal sesuai edaran Bupati Klungkung, jam operasional pasar rakyat yaitu pk. 07.00 – 15.00 wita. Sedangkan Toko swalayan, warung, rumah makan pada pk. 08.00 – 20.00 wita. Rentang waktu tersebut dinilai cukup untuk masyarakat dalam bertransaksi. Pasar, warung, swalayan diharapkan menyediakan tempat cuci tangan ataupun handsanitizer.

Situasi tersebut sangat berisiko penyebaran covid-19 karena adanya kumpulan orang banyak. Oleh karena itu, Kepala Satpol PP tegas menyampaikan agar pedagang dan pembeli menghentikan aktivitas jual beli saat itu, dan agar mengikuti jam operasional. Masyarakat juga diarahkan memakai masker serta menjaga jarak antar sesama.

Masker dan menjaga jarak aman menjadi upaya efektif dalam memutus rantai penularan virus corona. Virus corona menular antar manusia melalui cairan tubuh/droplet yang terkontaminasi virus. Cairan tubuh dapat berpindah saat seseorang batuk atau bersin. Tetesan atau percikan kecil yang mengandung virus dapat menyebar dan menjangkau orang lain pada radius sekitar  meter. Pada jarak yang relative dekat, doplet kecil tersebut dapat terhirup orang lain. Ataupun droplet itu ada yang melekat dan belum kering pada suatu benda dipegang oleh tangan lalu menyentuh wajah.

Upaya pencegahan harus dilakukan semua pihak, oleh pemerintah dan terutama oleh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Klungkung tetap mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah atau di keramaian agar memperhatikan kebersihan. Jangan menyentuh wajah apabila tangan belum dicuci dengan sabun. Selanjutnya, saat kembali ke rumah setelah beraktivitas di luar rumah, segera ganti pakaian dan mandi termasuk keramas. (kaw)

Tinggalkan Balasan