BANGKIT dalam OPTIMISME Normal Baru

Tanggal 20 Mei 2020 menjadi peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-112. BANGKIT dalam OPTIMISME Normal Baru. Tema tersebut dipilih agar sebagai bangsa, seluruh komponen dapat bersatu padu memutus rantai covid-19. Tetapi dalam momentum ini, rantai gotong-royonglah yang harus diperkuat. Semua harus saling mendukung agar tak ada matarantai yang lemah, baik secara medis maupun secara sosial-ekonomi.

Tujuan peringatan 112 tahun Kebangkitan Nasional Tahun 2020 adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan semangat gotong-royong sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, untuk mempercepat pulihnya bangsa dari pandemi covid-19 dalam semangat “Bangkit dalam Optimisme Normal Baru”.

Kita Harus membiasakan diri dengan cara hidup baru, tetap produktif di tengah pandemi ini. Terbiasa menerapkan protokol kesehatan, protokol transportasi dan protokol lainnya.

Dikutip dari indonesia.go.id, peringatan ini mengacu pada berdirinya organisasi Budi Utomo (BU), yaitu: 20 Mei 1908. Sejarah kebangkitan nasional sejalan dengan proses dinamika dan tukar gagasan di sepanjang dasawarsa tahun dua puluhan di abad ke-20, dimana Budi Utomo akhirnya tiba pada penemuan ide nasionalisme Indonesia yang lebih konsensual, rasional, dan universal. Proses penemuan nasionalisme Indonesia inilah pelajaran paling berharga dari kelahiran Budi Utomo, yang kini setiap 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Setiap 20 Mei Indonesia diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional ditetapkan oleh Presiden Soekarno pada momen 40 Tahun Hari Kebangkitan Nasional dan pertama kali digelar pada 20 Mei 1948 di Istana Kepresidenan di Yogyakarta. Posisi ini kemudian dikuatkan oleh Presiden Soeharto melalui Keppres No 1 Tahun 1985 tentang Penyelenggaraan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Sampai saat ini semangat kebangkitan itu harus terus dikobarkan. Masa pandemi ini, pemerintah telah melaksanakan kebijakan yang tegas dan jelas dalam menanggulangi dampak Covid-19: Pertama, menempatkan kesehatan masyarakat sebagai yang utama. Ini ditempuh dengan mengendalikan penyebaran Covid-19 dan mengobati pasien yang terpapar. Kedua, pemerintah menyipakan jaring penagamn sosial untuk masyarakat lapisan bawah agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli. Ketiga, menjaga dunia usaha utamanya usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah (UMKM) agar tetap beroperasi dan mampu menjaga penyerapan tenaga kerjanya.

Hari Kebangkitan Nasional ini mengingatkan kepada semangat untuk bergerak sebagai bangsa, dengan tanpa memandang perbedaan suku, agam ras dan golongan.Bangkit dalam Optimisme Normal Baru.

 

#salamgemasanti

kaw

 

Tinggalkan Balasan