Bangga “Uyah Kusamba”

Produk “Uyah Kusamba” telah di-launching oleh Bupati Klungkung pada Rabu (22/7) lalu. Garam tradisional ini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Klungkung. Ini pun sebagai bentuk cinta terhadap produk lokal.
Dalam peringatan HUT RI tahun 2020 ini, mengutip dari Surat edaran (SE) Kemententerian Sekretaris Negara bernomor B-456/M.Setneg/Set/TU.00.04/06/2020 tertanggal 23 Juni 2020 dengan hal Penyempurnaan Penggunaan Tema dan Logo Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020, ada penambahan logo Bangga Buatan Indonesia untuk digunakan sebagai satu kesatuan dengan logo Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020.
Bangga Buatan Indonesia digunakan untuk menunjukkan cinta terhadap produk lokal Indonesia. Juga menggambarkan perasaan bangga terhadap produk lokal Indonesia, sekaligus menunjukkan kesatuan sebagai satu Indonesia.
Dikutip dari akun facebook Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Klungkung, garam Kusamba merupakan garam organik asli Desa Kusamba yang diproduksi secara tradisional. Garam ini kini diolah dan dikemas secara modern, sehingga menghasilkan garam bercita rasa gurih yang bermanfaat bagi kesehatan dengan kandungan yodiumnya.
Garam Kusamba juga sudah ada yang diekspor sampai ke Negeri Jepang. Selain itu, proses produksi Garam Kusamba yang masih tradisional juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun internasional.Upaya Pemkab Klungkung dalam merevitalisasi Garam Kusamba melalui Pokja Garam, telah menghasilkan beberapa keunggulan yakni Indikasi Geografis (IG).
Mengacu dari laman Ditjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI, indikasi geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.
Tanda yang digunakan sebagai Indikasi Geografis dapat berupa etiket atau label yang dilekatkan pada barang yang dihasilkan. Tanda tersebut dapat berupa nama tempat, daerah, atau wilayah, kata, gambar, huruf, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut.
Jadi indikasi geografis terhadap Garam Kusamba merupakan bentuk pengakuan, sehingga Garam Kusamba telah memiliki identitas yang berdampak pada reputasi, kualitas dan karateristik.

Selain itu, “Uyah Kusamba” telah memperoleh Standar Nasional Indonesia (SNI), serta jin edar BPPOM. Dalam launching “Uyah Kusamba”, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan garam lokal Klungkung ini.”Bangga menggunakan produk sendiri,”ucapnya.(kaw)

Salam Gema Santi

Tinggalkan komentar