Mahasiswa FMIPA UNUD Hadirkan AGRI-MOTION, Teknologi Smart Farming untuk Pertanian Berkelanjutan di Desa Nyanglan

KLUNGKUNG – Perpaduan teknologi modern dan kearifan lokal Subak mulai menghadirkan wajah baru bagi sektor pertanian di Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026, mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana (BEM FMIPA UNUD) berhasil mengimplementasikan AGRI-MOTION (Agriculture Monitoring and Irrigation Optimization Technology), sebuah inovasi pertanian presisi berbasis Internet of Things (IoT).

Program yang telah berjalan sejak Februari 2026 ini dirancang untuk menjawab tantangan yang dihadapi petani, mulai dari fluktuasi hasil panen hingga inefisiensi penggunaan air dan pupuk. Berangkat dari hasil survei dan pemetaan kebutuhan masyarakat, tim mahasiswa mengembangkan sistem pertanian cerdas yang memungkinkan pemantauan kondisi tanah dan iklim mikro secara real-time.

AGRI-MOTION, Langkah Menuju Pertanian Presisi

Selama ini, sebagian petani di Desa Nyanglan masih mengandalkan pengalaman dan pengamatan visual dalam menentukan kebutuhan penyiraman serta dosis pemupukan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan penggunaan sumber daya yang kurang efisien.

Melalui AGRI-MOTION, mahasiswa FMIPA UNUD merancang dan merakit infrastruktur sensor cerdas untuk memantau sejumlah parameter penting dalam budidaya pertanian, seperti pH tanah, kelembapan, unsur hara makro (NPK), serta kondisi iklim mikro.

Persiapan intensif pengembangan sistem ini dimulai pada Juni 2026. Teknologi yang dihadirkan diharapkan dapat membantu petani mengambil keputusan budidaya berdasarkan data, bukan semata-mata perkiraan, sehingga pengelolaan lahan menjadi lebih terukur dan efisien.

Ketua BEM FMIPA Universitas Udayana 2026, I Putu Amara Setia Putra, mengungkapkan apresiasinya terhadap capaian tim pelaksana PPK Ormawa.

“Kami selaku BEM FMIPA Udayana sangat bangga dengan keberhasilan yang telah dicapai oleh tim pelaksana PPK Ormawa kami. Pencapaian ini menjadi bukti dari usaha dan kerja keras tim pelaksana dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat ini. Kami harap program AGRI-MOTION dapat berlanjut sepulangnya kami dari Desa Nyanglan dan berdampak nyata terhadap para petani dalam peningkatan produksi mereka.”

Efisiensi Air dan Pupuk, Dampak Nyata di Lahan Percontohan

Implementasi AGRI-MOTION pada lahan percontohan menunjukkan hasil yang menjanjikan. Berdasarkan data evaluasi program, penerapan sistem pertanian presisi ini mampu menekan konsumsi air irigasi dari 1.200 liter menjadi 820 liter per are, atau berkurang sebesar 31,67%.

Tak hanya pada penggunaan air, sistem rekomendasi pemupukan yang dikembangkan juga tercatat mampu menghemat penggunaan pupuk kimia sebesar 27,42%. Capaian ini menunjukkan potensi teknologi pertanian presisi dalam mendukung efisiensi biaya operasional sekaligus mendorong praktik budidaya yang lebih terukur.

Selain pemantauan kondisi tanah, AGRI-MOTION turut dilengkapi dengan sistem peringatan dini atau Early Warning System untuk membantu mendeteksi perubahan kondisi iklim mikro yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan tanaman.

81 Petani Terlibat, Literasi Digital Agribisnis Meningkat

Keberhasilan program ini tidak hanya diukur melalui performa teknologi, tetapi juga melalui keterlibatan masyarakat dalam proses implementasinya.

Sebanyak 81 petani sasaran tercatat berpartisipasi aktif dalam pengoperasian sistem AGRI-MOTION di lapangan. Jumlah tersebut mencapai 135% dari target awal program.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari peningkatan pemahaman terhadap literasi digital agribisnis. Berdasarkan hasil evaluasi, pemahaman kelompok petani meningkat sebesar 21,01%, sedangkan kelompok pemuda desa yang tergabung dalam Sekaa Truna Truni (STT) mengalami peningkatan sebesar 18,42%.

Capaian ini menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan teknologi digital kepada masyarakat desa, khususnya dalam mendukung pengelolaan pertanian berbasis data.

Unit Digital Subak Disiapkan untuk Menjaga Keberlanjutan

AGRI-MOTION kini telah beroperasi pada tiga demplot percontohan dengan komoditas cabai, sayuran hijau, dan bunga pacah. Ketiga lahan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus tempat pengujian penerapan teknologi pertanian presisi secara langsung.

Menyadari bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh pemasangan perangkat, mahasiswa FMIPA UNUD turut menginisiasi pembentukan Unit Digital Subak (UDS) sebagai wadah pengelolaan teknologi secara mandiri oleh masyarakat.

Sebanyak 20 orang pengelola lokal terlibat dalam unit tersebut. Selain itu, tiga warga penggerak dikukuhkan sebagai local hero yang diharapkan menjadi motor penggerak keberlanjutan program dan pendamping bagi masyarakat dalam mengoperasikan teknologi.

Upaya alih kelola ini turut didukung melalui fasilitas Pojok Digital Subak, yang dilengkapi dengan buku panduan teknis dan video pembelajaran interaktif. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami penggunaan serta pemeliharaan sistem AGRI-MOTION secara berkelanjutan.

Pemerintah Desa Nyanglan Dukung Pengembangan Pertanian Berbasis Teknologi

Perbekel Desa Nyanglan, I Nyoman Setemer, menyambut baik implementasi teknologi pertanian yang diinisiasi mahasiswa UNUD tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi langkah positif dalam memperkuat adaptasi teknologi di sektor pertanian desa.

Kehadiran tim PPK Ormawa dinilai memberikan peluang baru bagi petani untuk mengenal metode pengelolaan pertanian yang lebih modern. Pemerintah Desa Nyanglan juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung keberlanjutan program, termasuk memfasilitasi pengelolaan Unit Digital Subak agar tetap aktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menuju Model Pertanian Cerdas Berbasis Kearifan Lokal

Memasuki September 2026, tim mahasiswa FMIPA UNUD tengah mematangkan tahap akhir penyempurnaan sistem pengairan otomatis sebagai bagian dari fase keberlanjutan program.

Langkah ini menjadi upaya lanjutan untuk memperkuat penerapan AGRI-MOTION sekaligus mengoptimalkan manfaat teknologi bagi petani Desa Nyanglan.

Lebih dari sekadar inovasi digital, AGRI-MOTION membawa semangat untuk mempertemukan pengetahuan modern dengan nilai-nilai kearifan lokal Subak. Melalui kolaborasi mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu model pengembangan pertanian cerdas yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan.Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai AGRI-MOTION, kunjungi kanal resmi kami melalui Instagram, YouTube, atau situs web agrimotion.id.